LATIHAN PUASA & TARAWIH FOR KIDS
Ada yang baru di bulan puasa tahun ini. Kalau dulu cuma aq n hubby yang puasa, sekarang ditambah dua kunyilku yang duduk di kls 4 SD dan adiknya yang duduk di TK B. Tanpa disuruh mereka memutuskan ingin berpuasa seperti mama papa . Yang besar berpuasa penuh sampai maghrib sedangkan adiknya sampai jam 12 siang. Alhamdulillah….tahap ini bisa dlalui dengan baik, tanpa paksaan.Pengalaman pertama sahur bareng berjalan lancar. Mereka berdua bangun dan sahur tanpa beban. Puasa hari pertama juga berjalan lancar sampai saat berbuka.Selesai berbuka, aq mulai berpikir gimana caranya mengenalkan shalat tarawih yang juga tanpa beban. Kalau langsung diajak ke masjid, takutnya mereka kapok karena selama ini belum ada program kegiatan shalat tarawih yang didisain untuk anak-anak. Biasanya anak2 sekedar mengikuti orang tua ke masjid. Trus di sana mereka harus mengikuti ritme orang dewasa, seperti doa yang kadang sangat panjang, ceramah yang belum tentu bisa mereka mengerti serta harus duduk tenang sampai ritual selesai. Kalau ada yang nggak betah dan akhirnya lari2 dan ramai guyon dengan teman sebaya yang ditemui di lokasi nantinya harus berakhir dengan dimarahi dan disuruh diam atau disuruh pergi oleh orang-orang tua yang merasa terganggu. Ini yang tidak pernah terpikir. Aq nggak mau anak2ku kapok di ajak tarawih di masjid hanya karena hal2 yang tidak menyenangkan seperti itu. Kesan pertama mengenai ritual tarawih dsb harus menyenangkan.Bagi anak yang bisa duduk diam dan menurut apapun yang diperintahkan mungkin saja tidak masalah. Tapi bagi anak2 super aktif dengan focus span yang pendek pasti tak akan betah. Paling banter 30 menit mereka bisa diam. Selanjutnya sudah bosan dan mencari keasyikan sendiri. Untuk mengindari hal tersebut aq berusaha mencari cara yang lain yang lebih bisa diterima anak2. Paling tidak mereka tidak mendapat kesan pertama yg tidak menyenangkan mengenai shalat tarawih di masjid.Makanya sebelum diajak ke masjid, seminggu ini kita coba mengajak mereka shalat tarawih di rumah lebih dulu. Mereka mau dengan senang hati meskipun sebentar2 minta break…..Setelah tarawih, kita coba menyelipkan acara ceramah agama yang disampaikan dalam bentuk story telling dengan tema religi.Ternyata ini bagian yang paling mereka sukai. Ceritanya mereka yang milih ( kita siapkan buku 99 kisah teladan para Nabi ) . Selain itu mereka juga dilibatkan karena kadang penyampaiannya juga lewat menggambar. Jadi mendongeng sambil menggambar. Cerita kadang dikembangkan dan ditambahi ilustrasi sesuai kebutuhan mengikuti interest/karakter mereka tanpa mengubah pesan moral yang ingin disampaikan. Bahasa yang dipilih juga based on their interest. Karena anak2 ku suka sekali dengan story telling dan roleplay, maka dengan mudah menggiring mereka mengikuti alur cerita. Jika perlu mereka disuruh memerankan karakter dlm cerita tsb. Pokok intinya agar bisa membuat mereka “mendengarkan”. Cara ini ternyata berhasil dengan baik. Waktu satu jam berlalu tanpa terasa.Setelah cerita selesai langsung diiming-imingi dengan topik cerita untuk besoknya. Setelah deal dengan topik, langsung ditutup dengan shalat witir. Done! Thank God….
Pray with papa
Story book yang dipilih anak2

Ceramah / Story telling in play room








